Kamis, 25 April 2013

Jalan Kebenaran

Tuhan,
Ia memberi kebahagiaan, kadamaian dan kasih sayang melalui cara-Nya.
Cinta dan ketulusanpun hadir bersama jalan-Nya.
Layaknya seorang hamba yang lain,
Akupun meminta kepada Tuhanku agar mereka selalu bersamaku.
Mengirirngi langkahku dengan anggun dan berwibawa.

Namun, siapalah aku ?
Aku hanyalah seorang hamba yang lemah.
Yang tak tau kemana arah harus melangkah.
Seorang dengan kecacatan hati dan berlumur dosa.
Bahkan, langit dan bumipun enggan berbagi karena dosa yang begitu aku tanggung.

Tapi, salahkah aku ?
Yang hanya berusaha mencari kebanaran tentang-Nya.
Berkecimpung dalam dunia baru yang sebelumnya tabu bagiku.
Dan akhirnya memilih mereka menjadi jalanku.
Jalan menuju Tuhanku.

Bagi sebagian orang, aku berdosa.
Yah, memang karena pengakuan yang aku berikan.
Mereka menganggap, terkutuk lah aku bersama orang-orang lain dijalanku.
Meraka mendustakan kebenaran yang kami akui.
Dan berusaha sekeras mungkin untuk tak pernah mengakuinya.
Baginya merakalah yang paling benar dan paling suci keberadaannya.

Tapi, bagi sebagian yang lain akulah sang kesaksian.
Yang memberi nafas baru tentang kebenaran.
Menguatkan fondasi mereka yang telah kokoh.

Benarkah ?
Dosakah aku ?
Dosakah meraka ?
Dosakah kami yang mempercayai-Nya ?
Salahkah jalan yang kami pilih untuk mencapai kebenaran-Nya ?

Bukankah, kebenaran itu semu,
Dan, tak ada yang benar-benar nyata didunia ini.
Kecuali Tuhan beserta Surga dan Neraka-Nya.
Kebenaran hanyalah soal keyakinan hati.
Jika hati telah mengakuinya dan mengatakannya benar,
Maka selamanya pendapat itu akan benar baginya.
Tapi, sebaliknya.
Jika hati mengingkarinya dan mengatakannya salah,
Maka selamanya pula-lah kebenaran itu akan dibutakan.

Memang benar, hati yang bersih akan dibimbing menuju kebenaran-Nya dan abadi bersama-Nya.
Biarlah waktu yang menjawab tentang kebenaran yang semu.
Biarlah Tuhan yang mengaturnya.
Karena semua ini adalah kekuasaan Tuhan yang mutlak.

Dan, aku berdoa.
Semoga Tuhan berkenan mengampuni dosa mereka yang lain.
Memberi mereka yang lain kesempatan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus.
Atau bahkan, jika jalan yang saat ini aku pilih bukanlah jalan Tuhan,
Semoga, semoga yang pernah aku sebutkan juga berkenaan untukku.
Dan membawaku kembali kepada jalan kebenaran.
Jalan Tuhan Yang Penuh Kasih.

Amiin..

Tidak ada komentar: