Saat pertama kau perkenalkan dirimu padaku, tak sedikitpun aku menatapmu. Tak ada keinginan untuk berjalan berirama denganmu. Senyumu yang kala itu aku biarkan berlalu. Jabatan tanganmupun tak segera aku sambut. Waktu itu aku tak beranggapan kamu akan menjadi seseorang yang berarti bagiku.
Seiring waktu, kamu mulai memahami karakterku. Tak butuh waktu lama untukmu membuat aku merasa nyaman denganmu. Entah apa yang membuatku merasa seperti itu. Aku tak menegrti apa yang aku rasakan.
Kamu, sosok yang begitu berbeda. Yang hingga saat ini belum aku mengerti. Yang aku tau hanya aku merasa nyaman denganmu. Kamu tentu sudah tau dan paham akan perasaanku. Kamu yang mampu membangkitkan kembali semangatku yang sempat hilang. Kamu yang bisa membuatku menangis dan tersenyum disaat yang bersamaan. Yang mamapu menguasai pikiran dan jalanku.
Memang benar, kita berbeda. Perbedaan kita begitu mendasar tentag kehidupan dan jalannya. Dan kau lah yang mengajariku mengatasi masalah perbedaan ini. Aku takut, perbedaan ini akan menjadi samudera luas yang akan memisahkan kita. Namun kau tetap berusaha menguatkan aku dan membuat aku percaya bahwa kita bisa mengarungi samudera ini bersama.
Janjimu untuk selalu menjagaku dari kelemahanku. Mengkhawatirkan setiap detik keadaanku. Mencoba mengubah tangisanku menjadi senyum karenamu. Selalu aku ingat setiap ucap bibirmu. Setiap tangis harumu. Setiap ambisi dan keingianmu bersamaku.
Sempat kudengar kata yang terselip dalam doamu untukku. Dan itu masih terngiang jelas ditelingaku. Kau meminta kepada Tuhan tentang keselamatan, kesehatan dan kebahagiaanku. Serta merta air mataku menetes mendengar ucapanmu. Yanga aku mengerti, saat itu kamu begitu menyayangiku. Tak ingin sesuatu halpun terjadi padaku.
Kamu pasti tau. Saat perasaan itu datang kepadaku. Aku menyayangimu. Lebih dalam dari sebelumnya. Rasa itu semakin dalam menusuk dan menyebar keseluruh pembuluh darah dan nadiku. Mengkontaminasi otak dan pikiranku. Begitu melekat dalam kehidupanku.
Aku tau, kita tak akan mungkin sanggup bertahan dalam perbedaan yang begitu menyesakkan ini. Tapi aku percaya, tak ada yang tidak mungkin jika Tuhan telah berkehendak.
Tapi mengapa saat ini justru kamu yang mulai melemah dan enggan untuk bertahan? Padahal dulu kamu yang selalu membuatku berhenti menangis dan menguatkan aku? Kemana kamu yang selalu yakin dengan kekuatan cinta kita yang berbeda? Bukankah dulu kamu yang mengatakan kita akan semakin kuat karena ada 2 nama Tuhan yang selalu kita sebut?
Masih kuingat doa yang selalu kita rapal dersama..
" Ya Allah, Tuhan kami
yang kami sebut dengan berbagai nama dan kami sembah dengan bernabai cara.
Jagalah ia kekasihku. Berikan dia kesehatan dan jauhkanlah dari berbagai rintangan yang mungkin membuatnya lemah dan ingin berhenti bertahan.
Kuatkanlah kami dalam menghadapi cobaan ini. Bantu kami agar tetap bersatu dan utuh dalam ikatan cinta ini.
Terimakasih atas ujian terindah yang kau berikan kepada kami. Maka kami akan tetap bersatu jika Engkau mengkehendaki..
Amiin "
Aku tak menegerti sayang, mengapa engkau menghancurkan harapanku. Membawa hatiku terbang melampau tinggi dan kemudian menghempaskannya. Membakar hal yang pernah kita bangun bersama.
Aku tak mengerti, kamu yang dulu membuatku begitu istimewa dan kini membuangku bagai tak berarti. Baiklah. Kini aku menyerah. Keputusan berada di tanganmu. Aku hanya mengikuti alur skenariomu. Dan saat ini aku akan berhenti karena kau memintaku berhenti.
Tenanglah, kau tak perlu mengkhawatirkan aku lagi. Aku sudah lebih dewasa dari yang kau kenal dulu. Karena kau yang mengajariku untuk tetap tersenyum meski dinia tak mengijinkan kita bahagia..
kamu pasti tau,
aku menulis ini untukmu.
maaf atas kesalahanku yang membuatmu jenuh.
dan terimakasih atas pelajarn yang kamu berikan.
aku masih tetap menyayangimu ..
/4sH.d$
Tidak ada komentar:
Posting Komentar